Langsung ke konten utama

Masjid Jami' Kajen Peninggalan Mbah Ahmad Mutamakkin Tetap Berdiri Kokoh di Usia Ratusan Tahun

Masjid Jami' Kajen Peninggalan Mbah Ahmad Mutamakkin Tetap Berdiri Kokoh di Usia Ratusan Tahun 


Foto : Santri di Desa Kajen, melintas di depan Masjid Jami' Kajen, Rabu (05/3) sore hari. (Sumber. Pradana)


Pati - Sore hari di Desa Kajen Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati yang lekat dengan santri, terlihat begitu jelas. Sekitar pukul 16.45 WIB, para santri-santriwati tengah berjalan melintas di depan Masjid Jami' Kajen yaitu masjid peninggalan Mbah Ahmad Mutamakkin. 


Usia Masjid Jami’ Kajen diketahui sudah ratusan tahun. Bangunannya masih terlihat kokoh. Terlihat juga, para santri tengah berkegiatan di halaman masjid tersebut. 


Masjid itu terletak di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dengan jarak tidak jauh dari Makam Mbah Ahmad Mutamakkin, kurang lebih sekitar 1 kilometer. 


Masjid itu masih mengedepankan nilai keaslian dengan corak khas Jawa. Dindingnya masih didominasi oleh kayu jati dengan usia ratusan tahun. 


Ketua Museum Kajen sekaligus Pengurus Islamic Center Kajen, Muhammad Zuli Rizal menyampaikan, Masjid peninggalan Mbah Ahmad Mutamakkin itu didirikan sekitar tahun 1695 atau 1711. 


Sampai sekarang, usia Masjid itu kurang lebih 300 tahun, dengan mempertahankan keasliannya. 


“Sekitar 300 tahun yang lalu sampai sekarang masih dipertahankan keasliannya, mirip dengan masjid Demak,” kata Zuli ditemui di halaman Masjid Jami' Kajen, Rabu 5 Maret 2025, sore hari. 


Keasrian halaman masjid juga nampak terlihat. Pohon-pohon rindang menjadikan tempat itu nyaman untuk berkegiatan sore hari. 


Atap Masjid itu, lanjut dia, memiliki gaya tumpang tiga dengan terbuat dari dinding kayu jati. 


“Masjid ini bergaya tumpang tiga atapnya dan juga terbuat dari dinding jati,” tuturnya. 



Dalam Masjid 


Foto : Papan bersurat bersebelahan dengan mimbar, terlihat juga orang sedang duduk di dalam Masjid. (Sumber. Pradana)


Bangunan di dalam Masjid Jami' Kajen masih tampak bagus dengan suguhan ornamen simbolik. Ornamen di dalam masjid diketahui memiliki pesan yang mendalam. 


Terdapat juga mimbar serta hiasan langit-langit yang masih lekat dengan nilai historis. 


Selain itu terdapat juga, papan bersurat bersebelahan dengan mimbar masjid dengan ornamen kuntul mucuk bulan. 


“Peninggalannya tadi bisa dilihat ada mimbar bersejarah, ada dhairoh atau hiasan langit-langit, dan juga papan bersurat yang terkenal dari mimbarnya ada ornamen kuntul mucuk bulan,” ujar Zuli di luar Masjid. 



Sebagai Tempat Peribadahan 


Foto : Bangunan Masjid tampak samping, terlihat para santri tengah duduk di halaman. (Sumber. Pradana)


Masjid Jami’ Kajen menjadi tempat peribadahan warga sekitar serta santri-santri di Kajen. “Masjid ini menjadi pusat peribadahan warga Desa Kajen bahkan santri-santri Kajen,” ungkap dia. 


Tidak hanya itu, kata dia, Masjid tersebut digunakan untuk kegiatan religi. Di bulan puasa ini, Masjid Jami' Kajen menjadi titik kumpul para santri maupun warga sekitar. 


“Pusat untuk kegiatan religi dan lain sebagainya seperti pas bulan-bulan puasa atau bulan-bulan lainnya itu disini menjadi titik kumpul. halamannya cukup luas dan menjadi salah satu simpul pertemuan warga di Desa Kajen,” tutup Zuli. (Ham)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Atik Sudewo Resmi Dikukuhkan Jadi Bunda PAUD dan Literasi, Ini Harapan Kedepan

Atik Sudewo Resmi Dikukuhkan Jadi Bunda PAUD dan Literasi, Ini Harapan Kedepan  Foto : Atik Sudewo setelah dikukuhkan di Gradika Bhakti Praja Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jum'at (23/05). Pati - Atik Sudewo resmi dikukuhkan sebagai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Literasi Kabupaten Pati. Prosesi pengukuhan dilakukan di Gradika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (23/05/2025).  Setelah dikukuhkan, Atik Sudewo akan berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini serta meningkatkan minat baca masyarakat.  "Semoga dengan saya dikukuhkan sebagai Bunda PAUD dan Bunda Literasi, bisa bermanfaat banyak untuk anak-anak usia dini maupun untuk masyarakat Kabupaten Pati,” ujar Atik Sudewo.  Anak usia dini, jelas dia bakal menjadi penerus bangsa. Pihaknya meyakini dengan komitmen memperkuat bimbingan terhadap anak akan menjadikan mereka pintar, cerdas dan berkarakter.  Kemudian, pihaknya juga menyoroti pen...

HIPMI Pati: Berkolaborasi Kembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah

HIPMI Pati: Berkolaborasi Kembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah  Foto : Pengurus HIPMI Pati Periode 2025-2028. (Dok. Istimewa) Pati - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Pati periode 2025-2028 resmi dilantik di Pendopo Kabupaten Pati pada Selasa 29 April 2024.  Pelantikan tersebut dilakukan oleh Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Jawa Tengah. Adanya pelantikan Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI yang baru akan berkomitmen memperkuat iklim dan mendorong pertumbuhan UMKM di Pati.   Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Pati, Tri Yoga Septyantoro, menyampaikan, bahwa pihaknya akan terus berkolaborasi dengan Pemkab Pati. Hal itu, tambah dia bertujuan untuk menciptakan iklim usaha yang baik.  "Kami ingin menciptakan iklim usaha yang sangat baik di Pati. Kami akan berkolaborasi dengan Pemkab, OPD, dan Forkopimda setempat," kata Yoga.  Selanjutnya, pihaknya akan terus mendorong pelaku UMKM yang ada di Pati untuk mengembangkan usahanya melalui...

Jalan di Pati Sebagian Sudah Ditangani, Warga Sumringah

Jalan di Pati Sebagian Sudah Ditangani, Warga Sumringah  Foto : Jalan di Winong-Gabus terlihat sudah ditangani oleh Pemkab Pati. (Dok. Humas Pemkab Pati) Pati - Jalan di Kabupaten Pati sebagian sudah ditangani dalam perbaikannya. Adanya hal itu, warga merasa senang.  Salah satunya berada di Jalan Winong-Gabus yang dulunya kerap dikeluhkan warga setempat lantaran rusaknya jalan. Lantas kondisi itu pun membuat warga sekitar melakukan aksi protes, dengan menanam pohon pisang di kubangan jalan.  salah seorang warga Desa Mintorahayu Kecamatan Winong Pati, Ngusman menyampaikan terima kasihnya kepada Bupati Pati yang telah merealisasikan program perbaikan jalan.  “Terima kasih kepada Bapak Bupati Pati Sudewo yang sudah memperbaiki jalan arah Gabus-Winong. Sudah sekian lama rusak parah sampai orang-orang menyebutnya wisata jeglongan sewu. Sekarang jalannya sudah diperbaiki. Pak Sudewo memang joss. Janji-janjinya ditepati,” ucap Ngusman diterima WarnaPati dalam ke...