Pemkab Pati Optimis Produksi Beras 2025 Akan Lampaui Tahun Sebelumnya
Foto : Bupati Pati dan jajarannya sedang menaiki alat pemotong padi, di Desa Tendas Kecamatan Tayu, belum lama ini. (Dok. Humas Pemkab Pati)
Pati - Pemerintah Kabupaten Pati optimis produksi beras 2025 akan lebih tinggi dibandingkan tahun 2024.
Bupati Pati, Sudewo mengatakan tahun 2024 produksi gabah di Kabupaten Pati mencapai 520 ribu ton setara dengan 350 ribu ton beras.
Sedangkan untuk tahun 2025 ini, dari bulan Januari sampai Maret produksi gabah sudah mencapai 240 ribu ton gabah, setara dengan 136 ribu ton beras.
Ratusan ribu ton tersebut, tambah dia merupakan hasil yang cukup membanggakan untuk Kabupaten Pati. Mengingat hal itu baru memasuki awal tahun 2025.
“Di tahun 2024, Kabupaten Pati memproduksi sekitar 350 ribu ton beras dan 520 ribu ton gabah. Pada tahun 2025, dari Januari hingga Maret, produksi gabah mencapai 240 ribu ton dengan 137 ribu ton beras. Kami optimis target produksi beras di 2025 akan melampaui angka tahun sebelumnya," jelas Sudewo.
Upaya meningkatkan produksi beras, ujar dia, Pemkab Pati akan melakukan strategi. Diantaranya seperti revitalisasi irigasi, normalisasi sungai-sungai yang mengalami pendangkalan, serta perbaikan Bendung Kembang Kempis di Desa Bungasrejo Kecamatan Jakenan.
"Kami akan terus meningkatkan kapasitas irigasi agar petani bisa mendapatkan akses air yang cukup untuk pertanian mereka," ujarnya.
Sudewo berharap di tahun 2025 ini, Kabupaten Pati bisa menjadi penyumbang cadangan pangan nasional.
"Kami menargetkan lebih banyak lagi beras yang bisa disumbangkan untuk stok pangan nasional," ujarnya.
Foto : Bupati Pati dan jajarannya mengenakan caping saat ikuti panen beras di sawah Desa Tendas, belum lama ini. (Dok. Humas Pemkab Pati)
Sementara itu, Pemimpin Bulog Cabang Pati, Nur Hardiansyah, menyampaikan selama tahun 2025 ini serapan gabah di gudang Bulog Pati sudah mencapai 30 ribu ton gabah di 5 Kabupaten. Hal itu setara dengan 15 ribu ton beras.
"Alhamdulillah, dengan dukungan dari Kodim, Dinas Pertanian, dan Bupati, kami bisa mengoptimalkan serapan di Kabupaten Pati. Saat ini Pati berada di peringkat 5 se-Jawa Tengah," tambah dia. (*)
Komentar
Posting Komentar